Souvenir Promosi – Keberlangsungan bisnis di generasi ketiga seringkali jadi pertaruhan. Generasi ketiga pemilik biskuit Khong Guan, Catheline Darmono, mengalami itu. Tetapi dia memilih membesarkan merek sendiri, adalah Infinite Delight.

Catheline sudah akrab dengan bisnis biskuit semenjak lama. Dia mengamati biskuit merupakan komponen dari tradisi dan gaya hidup. Berdasarkan dia, biskuit merupakan ungkapan beri sayang. Umumnya, biskuit dimanfaatkan sebagai souvenir pernikahan atau buah tangan. Dikala adiknya menikah pada tahun 2009, Catheline malah mengamati kans bisnis biskuit untuk souvenir. Apa bedanya dengan biskuit umum? Biskuit hal yang demikian dijadikan dengan mutu premium, melainkan bercita rasa nasional. Dia berinovasi dengan membikin biskuit rasa rendang, nasi uduk, soto, dan rawon.

Unik, bukan? Keunikan hal yang demikian membikin bisnisnya tersebar dari mulut ke mulut. Dikala mewujudkan penemuan ini, Catheline tidak main-main. Dia menjalankan riset selama setahun untuk mewujudkan rasa khas Indonesia yang bisa diterima di lidah. Tidak cuma maksimal soal rasa, Catheline juga merancang kemasan biskuit dengan menarik. Kemasan hal yang demikian juga dirancang layak merek dan segmentasi pasar yang terang. Catheline menyampaikan biskuitnya melewati pameran-pameran pernikahan. Dari situ, merek biskuit Infinite Delight mulai diketahui dan tersebar luas.

Pencapaian selanjutnya, pada tahun 2013, Catheline berprofesi sama penyelenggara Miss World. Biskuit buatannya diterima sebagai souvenir di acara internasional hal yang demikian. Alasannya, biskuit itu menjadi salah satu sistem unik menyampaikan Indonesia.

Semenjak itu, bisnisnya terus berkembang. Infinite Delight sekarang telah mempunyai gerai di sentra perbelanjaan. Salah satunya di Kemang Village, Jakarta Selatan. Tidak stop berinovasi dan berpusat di pasar biskuit premium, setiap tahun Catheline menargetkan setidaknya menambah dua rasa. Kwalitas biskuit premiumnya malah terus dia jaga.

 

 

Baca Juga : Souvenir Unik