https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 19 65 1861365 peduli-lingkungan-mahasiswi-asal-bandung-ini-dijuluki-si-ratu-sampah-RyqK40YfJg.jpg

Sekolah International Di Jakarta – Seorang mahasiswi asal Bandung yang dikasih julukan “Ratu Sampah Sekolah” sebab kepeduliannya kepada keadaan sulit sampah semenjak di tempat duduk SMA, sekarang memaksimalkan aktivitasnya berkaitan pengelolaan sampah di Bali.

Ami, sapaan Amilia Agustin, menuturkan dikala ini dirinya berkuliah di salah satu universitas di Bali.

Kepedulian Ami kepada sampah diawali semenjak berumur 12 tahun, merupakan dengan membikin bank sampah di SMAN 11 Kota Bandung. Kecuali itu, pada tahun 2009 dia juga aktif memberikan sosialiasi daur ulang sampah terhadap ibu-ibu dan membikin program Go to Zero Waste School.

Atas semua kepeduliannya hal yang demikian, pada tahun Ami sukses terpilih sebagai juara apresiasi Motivasi Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards tahun 2010 klasifikasi lingkungan.

Dia menuturkan pada mulanya dia cuma berniat untuk menuntut ilmu tanpa menjalankan kesibukan lain di luar perkuliahan selama di Bali. Tetapi, motivasinya untuk membikin perubahan, terlebih yang terkait dengan kepedulian kepada keadaan sulit sampah.

Selama berkuliah di Bali, Ani memutusan untuk membikin kelompok sosial dengan nama Udayana Green Community, merupakan sebuah kelompok sosial yang bergerak di dilema lingkungan.

“Kecuali di sampah, saya dan temen-temen juga konsentrasi di hak si kecil sih terlebih pengajaran,” lanjut Ami.

Ketika ini relawan di kelompok sosial hal yang demikian telah ada sekira 30 orang. Ami menuturkan akan konsisten peduli kepada lingkungan selama dia masih ada di bumi ini dan hal hal yang demikian yang membikin Ami motivasi untuk membikin pergerakan ini.

Dia mengaku hampir tak menerima hambatan selama menjalankan kegiatannya di Bali, malah masyarakat di sana merespons bagus dan turut menolong. Ami mau kian banyak masyarakat yang peduli pada lingkungan, terlebih si kecil muda.

“Aku juga mau dikala menjalankan pergerakan seperti ini alhasil bukan cuma sekadar angka, tapi juga perubahan riil untuk masyarakat,” kata ia. – Christian High International School